Awal  |  Tentang Kami  |  Warta  |  Renungan  |  Pelayanan Cabang  Jadwal Ibadah  |  Kontak Kami  |  Buku Tamu
9-TRIAL-KELUARGA KRISTEN YANG HARMONIS 150
Sunday, September 15, 2013
- 288-TRIAL-- 156

Harmonis adalah kondisi teratur dan sistem yang tertata rapi. Harmonisasi adalah hasil akhir dari suatu usaha yang sinkron dari setiap komponen yang terlibat di dalamnya. Sebuah arloji memiliki jarum jam yang bergerak secara harmonis, sehingga dapat menghasilkan penunjuk waktu dengan tepat. Hal ini oleh karena ada mekanisme yang mengatur setiap komponen untuk bergerak secara sistematis. Harmonisasi juga dibutuhkan dalam keluarga. Siapa yang tidak ingin keluarganya hidup dalam keharmonisan, semua orang pasti ingin memiliki keluarga yang harmonis. Untuk terciptanya harmonisasi perlu usaha dan proses yang tidak pernah berhenti. Bagaimana menciptakan keluarga yang harmonis.

  1. Ikutilah peraturan Tuhan tentang pembentukan keluarga
    Kejadian 2:28, "Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging." Kata "menjadi satu" itu merupakan mekanisme yang mengatur sistematika setiap keluarga, dalam menghadapi tantangan agar setiap keluarga tetap menjadi satu. Kata "menjadi satu" merupakan kata "kunci" untuk membangun keluarga yang harmonis
  2. Hormatilah perkawinan
    Ibrani 13:4, "Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah." Sebagai tahap berikutnya adalah menghormati perkawinan. Karena melalui perkawinan Allah membentuk suatu keluarga. Karena itu keluarga yang harmonis adalah keluarga yang bisa menghormati perkawinan.
  3. Saling menghargai dan menghormati
    Efesus 5:23, "Hai istri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan." Efesus 6:1-2 anak-anak taat dan hormat kepada orang tua. Harmonisasi dalam keluarga akan sulit tercapai jika rasa saling menghargai dan saling menghormati tidak pernah ditegakkan. Namun puji Tuhan, Firman ini telah memperlengkapi setiap keluarga orang percaya, agar Firman ini dipraktekkan secara terus-menerus dalam rangka membangun keluarga yang harmonis.
  4. Menerapkan karakter ilahi
    Mempraktekkan buah roh dalam kehidupan sehari-hari (Galatia 5:22-23) dapat merangsang bangkitnya hidup bersinergi antar anggota keluarga, sehingga harmonisasi keluarga dapat bertumbuh secara bersamaan
  5. Membangun komunikasi yang baik antara suami istri dan anak-anak
    Komunikasi verbal maupun non verbal adalah merupakan media umtuk menyampaikan aspirasi yang dapat menambah semangat membangun keluarga yang harmonis. Karena itu, komunikasi di antara anggota keluarga harus terus dibangun. Kolose 4:6, "Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang." Ayat ini merupakan standar komunikasi yang alkitabiah, yang diajarkan oleh rasul Paulus.
  6. Membangun mezbah keluarga sebagai sarana Firman Tuhan disampaikan
    Prinsip ini sangat baik bahkan telah dikembangkan oleh keluarga-keluarga penganut Yudaisme di masa lalu hingga kini, sehingga sarana pendidikan agama dalam keluarga. Tapi sayang, di zaman modern ini kegiatan ini dianggap kuno sehingga sangat langka ditemui. Saya kira.... tidak ada salahnya, apa yang baik dan berguna bagi keluarga kita bisa dimulai lagi, yaitu bangun kembali mezbah keluarga.

Hamba-Nya
Pdt dr Josafat Mesach, M.Th

Hamba-Nya :
7-TRIAL-Pdt dr Josafat Mesach, M.Th 194

 
© Copyright 2003-2004 All Right Reserved GBI Petamburan
This site is developed by M@gnet Informatika