Awal  |  Tentang Kami  |  Warta  |  Renungan  |  Pelayanan Cabang  Jadwal Ibadah  |  Kontak Kami  |  Buku Tamu
214-TRIAL-KELUARGA KRISTEN 100
Monday, September 2, 2013
- 9-TRIAL-- 164

Pembentukan keluarga di Taman Eden dilakukan oleh TUHAN ALLAH sendiri. Tuhan menciptakan Hawa dan dibawa olehnya kepada Adam.
Tugasnya:

  1. Menjadi penolong yang sepadan
  2. Dalam persekutuan suami-istri, Adam dan Hawa mendapat mandat meneruskan keturunan
  3. Membangun hubungan kasih yang intim dalam persekutuan suami istri

Untuk itu dibutuhkan komitmen kedua pihak suami-istri. Kidung Agung: Kekasihku aku punya, dan aku kepunyaan kekasihku (Kidung Agung 6:3). Mereka saling memiliki dan memberi dirinya dimiliki. Susahnya, ada banyak pria yang merasa bahwa ia saja yang mempunyai hak atas pasangannya. Itu hal yang salah. Sebab kewajiban suami adalah mengasihi, tidak kasar, bahkan kalo perlu korban nyawa untuk istrinya. Bagaimana kalau suami mempunyai karakter iblis? Namun rasul Paulus memberikan nasihat kepada para istri, yang bersuamikan orang yang beriman. Melalui kelembutan, kesabaran, ketaatan dan karakter ilahi, sang istri dapat menjadi saksi Kristus dan memenangkan hati suami.

Resep yang jitu untuk pernikahan yang bahagia adalah saling mengasihi, saling memberi dan saling menerima. Hubungan suami istri merupakan contoh hidup anak-anak. "Like father, like son. Like mother, like daugther" (seperti ayahnya, anak laki-laki itu dan seperti ibunyalah, anak perempuannya). Anak-anak kita lahir dan tumb8uh dalam keluarga yang harmonis, akan juga mengambil contoh, meniru cara-cara papah dan mamah mereka berlaku dalam menghadapi masalah dan kesulitan, menghadapi karakter dan perangai yang berbeda, yaitu dengan cara Kristus.

Banyak anak bermasalah serta memiliki kepribadian yang hancur. Ini disebabkan karena tidak adanya panutan indah dan luhur dalam masa kanak-kanak dan masa remaja mereka. Keluarga yang egois melahirkan keturunan egois. Orang tua yang berkebiasaan korupsi dan tidak jujur, akan melahirkan keturunan yang suka korupsi dan tidak jujur pula. Dalam hal ini, maka peran Roh Kudus sangat penting dan berarti dalam membina keluarga yang bahagia, keberkatan, sehat dan kuat. Bukankah Roh Kudus itu diterangkan oleh Tuhan yesus sebagai Penolong, Penghibur, Penasehat? Pula rasul Paulus menerangkan bahwa Roh Kudus adalah "jaminan" "deposit" segala kekayaan dan berkat dari segala yang disiapkan Tuhan untuk kita (Efesus 1:13-14)

Karena itu, undanglah dan jadikanlah Roh Kudus Penolong dan Penguasa dalam rumah tangga dan keluarga kita. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan. Terapkanlah Mazmur 128 sebagai pedoman dan hidup rumah tangga kita.

HambaNya
Pdt dr Olly Mesach

Hamba-Nya :
9-TRIAL-Pdt dr Olly Mesach 37

 
© Copyright 2003-2004 All Right Reserved GBI Petamburan
This site is developed by M@gnet Informatika