Awal  |  Tentang Kami  |  Warta  |  Renungan  |  Pelayanan Cabang  Jadwal Ibadah  |  Kontak Kami  |  Buku Tamu
162-TRIAL-Ringkasan Khotbah Minggu, 9 Maret 2014 198
Saturday, March 22, 2014

Pdt. DR. Rubin Adi

Menang Atas Pencobaan

Ayat Alkitab: Yakobus 1:12-14

 

Tuhan Yesus menyelamatkan kita bukan hanya sekadar supaya kita masuk dalam kerajaan Sorga, tetapi Tuhan juga mau membentuk karakter kita seperti Dia karena Kristen artinya pengikut Kristus. Kristus harus nyata dalam hidup kita. Melalui peristiwa Tuhan dapat berkarya dalam kehidupan kita. Jika ada yang mengaku dirinya Kristen tetapi sifat-sifatnya kurang sesuai dengan Firman Tuhan maka Tuhan akan memproses karakternya. Karakter akan kita bawa terus sampai kepada kekekalan. Karakter juga lebih dari pada kenyamanan di dunia ini. Banyak orang ingin hidup dalam kenyamanan, tetapi Tuhan menginginkan kita hidup yang mulia, hidup seperti Kristus. Pembentukan karakter itu membutuhkan proses waktu dan tidak dapat instan. Hidup ini perlu proses karena di dalam proses, kematangan mulai muncul. Buah membutuhkan proses untuk menjadi buah yang matang, manis dan sedap untuk dimakan. Buah yang dikarbit tidak pernah lebih enak dari buah yang matang dari pohon. Tuhan mau mencari buah dalam kehidupan kita yaitu buah Roh dalam kehidupankitai. Bagi Tuhan bukan seberapa cepat kita bertumbuh tapi seberapa kuat kita bertumbuh. Untuk bertumbuh menjadi dewasa secara rohani, Tuhan melatih kita lewat Firman-Nya. Sebetulnya waktu kita mendengar firman saja kita akan menjadi seperti Kristus, hanya saja kita tidak taat. Ketaatan pada Firman Tuhan akan mempercepat proses pembetukan Tuhan dalam kehidupan kita, tetapi ketidaktaatan akan memperlambat proses pembentukan kehidupan kita. 1 ons ketaatan lebih penting dari pada 1 ton persembahan korban. Ketika kita taat pada Firman proses percepatan pembentukan karakter seperti Kristus akan semakin nyata dalam kehidupan kita. Semakin kita tidak taat semakin kita lama diproses oleh Tuhan. Tujuan Bapa Sorgawi adalah supaya kita semakin menyukakan hati Tuhan. Tuhan juga memproses kita melalui Roh Kudus, jika kita taat pada Roh Kudus maka kita juga akan seperti Kristus. Tuhan juga dapat memproses kita lewat pencobaan/godaan. Banyak orang berpikir pencobaan itu konotasinya selalu mengandung unsur negatif. Alkitab berkata dalam Yakobus 1:12, berbahagialah orang yang tahan dalam pencobaan, berarti pencobaan dapat mengandung unsur yang positif. Ketika kita menang atas pencobaan maka kita akan matang secara karakter. Tuhan tidak pernah mencobai karena pencobaan datangnya dari si iblis, Tuhan mengijinkan ujian karena  ujian selalu bersifat positif. Seorang guru memberikan ujian kepada muridnya karena ia sudah mengajarkannya dan percaya muridnya pasti bisa mengerjakannya. Tuhan tidak akan memberikan pencobaan supaya kita jatuh tetapi mengijinkan ujian datang tujuannya supaya kita naik level/kelas. Pada waktu kita dicobai kita harus memilih, jika kita memilih yang salah/dosa maka akan serupa dengan iblis, jika memilih yang benar/taat pada Firman maka kita akan menjadi sama dengan Kristus. Keserupaan dengan Tuhan Yesus akan menumbuhkan buah Roh di dalam kehidupan kita. Karakter kita akan muncul ketika kita berhadapan dengan orang-orang yang menyebalkan. Semua orang, termasuk pendeta sekalipun tidak luput dari ujian karakter, supaya karakter kita seperti Kristus.

Bagaimana Caranya Supaya Menang Atas Pencobaan/ godaan:  

1.       Tidak Terintimidasi oleh iblis

Iblis suka menuduh dan salah satu intimidasi iblis adalah kita berpikir kalau kita dicobai kita berdosa. Digoda tidak sama dengan berdosa. Jika menikmati godaan itu baru berdosa. Godaan akan selalu ada, yang terpenting adalah apakah kita terbawa atau tidak. Godan selalu memberikan pilihan kepada kita apakah kita menang tau kalah terhadap pencobaan itu. Ketika ada godaan kita bisa menolak godaan, dan ketika kita menang kita akan semakin serupa dengan Kristus.  

2.       Alihkan pikiran

Semakin kita memerangi sesuatu dengan maksud tidak mau jatuh dalam pencobaan justru malah semakin terpancing untuk jatuh. Misalnya: Kita berusaha untuk tidak mau marah justru malah semakin kita cepat marah. Ketika kita mengalihkan pikiran kita kepada yang lain maka kita akan terbebas dari godaan tersebut (Filipi 4:8). JIka kita sedang merasa kuatir kita harus mengalihkannya pada pemeliharaan Tuhan, atau pada berkat-berkat Tuhan,  maka kekuatiran itu akan hilang. Cobaan atau godaan yang datang tidak kita perangi tetapi kita alihkan kepada pikiran yang baik. Itulah sebabnya kita harus mengisi piiran kita dengan firman Tuhan, ketika firman ada dalam hidup kita maka firman itulah yang akan menguasai pikiran kita. Langkah yang paling tepat untuk mengalihkan godaan adalah dengan cara melarikan diri atau menjauhkan diri dari godaan itu.

3.       Ungkapkan pergumulan  kita kepada seorang rekan, atau teman satu komsel kita

Alkitab berkata berdua lebih baik dari pada seorang diri, sebab dengan berdua kita dapat saling menjaga dan saling menguatkan (Yakobus 5:16). Saling mengaku dosa berarti ada keterbukaan dan pertanggungjawaban kepada seseorang. Banyak orang-orang yang terikat dengan alkohol, mereka cerita bagaimana mereka lepas/menang dari alkohol. Dengan adanya teman yang saling mendukung kita akan kuat. Itulah sebabnya kita perlu teman dalam kelompok sel.

4.       Kita harus hidup dikuasai oleh Roh Kudus (Galatia 5:16)

Pencobaan biasanya ada kaitannya dengan kedagingan. Pencobaan sebetulnya tidak dimulai dari luar tetapi keinganan dari dalam. Pencobaan kadang-kadang ditawarkan oleh iblis tetapi kalau kita jatuh hal itu karena pilihan dan keputusan kita, dan harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan. Jika kita hidup di dalam pimpinan Roh Kudus maka kita tidak akan hidup menurut keinginan daging. Dosa bekerja seperti hukum gravitasi. Kita ini terbatas yang kapan saja bisa jatuh tetapi jika hidup kita dikuasai/dipimpin oleh Roh Kudus maka kita tidak akan mudah jatuh ke dalam dosa, kita tidak akan kalah dalam pencobaan karena hidup kita serupa dengan Kristus. Ciri orang yang penuh dengan Roh Kudus adalah Menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat, mengalami kelahiran baru, mengenakan ketopong keselamatan, dan menggunakan pedang Roh (Efesus 6:17). Jika kita ingin menang atas pencobaan kita harus menggunakan pedang Roh yaitu Firman Tuhan, itulah sebabnya kita harus mengisi hati, pikiran kita dengan Firman karena hal itu bagaikan peluru, amunisi dalam sebuah senapan. Pada saat iblis menyerang, kita dapat melawan dengan menggunakan pedang Roh yaitu Firman Tuhan. Hidup bergantung pada Roh Roh Kudus, ijinkan Firman Allah ada dalam hidup kita maka kita akan hidup berkemenangan dan kita akan semakin serupa dengan Kristus.

 
© Copyright 2003-2004 All Right Reserved GBI Petamburan
This site is developed by M@gnet Informatika