Awal  |  Tentang Kami  |  Warta  |  Renungan  |  Pelayanan Cabang  Jadwal Ibadah  |  Kontak Kami  |  Buku Tamu
193-TRIAL-"3 Misi Paulus yang Menakjubkan" - Ringkasan Khotbah pada hari Minggu, 10 Juli 2011 82
Saturday, July 23, 2011

Bacaan: Kisah Para Rasul 14:14:28, 15:39-18:22, 18:23-21:17

Alkitab menceritakan bahwa Paulus telah memulai penggenapan pekabaran Injil sampai ke seluruh bumi, yaitu dengan dimulainya perjalanan Misi Penginjilannya yang pertama bersama Barnabas, sekitar tahun 46-48M menuju Salamis, Siprus, terus ke Asia Kecil seperti Atalia, Antiokia, Ikonium, Listra, Derbe, Perga, dan kembali ke Antiokia. Misi yang kedua terjadi sekitar tahun 49-53M, Paulus berpisah dengan Barnabas. Paulus mengajak Silas dan Barnabas bersama dengan Markus. Dimulai dari Antiokia, ke Asia Kecil terus ke Troas, Neapolis, Filipi, Amfipolis, Apolonia, Tesalonika, Berea, Atena Kenkrea, Korintus, Efesus, Rodus terus kembali ke Kaesarea lalu ke Yerusalem. Pada kedua misi ini, Paulus mencari jiwa-jiwa baru untuk menerima Yesus sebagai Juruselamat, membaptis mereka dengan air dan Roh Kudus. Menjadikan murid-murid yang misioner yang orientasinya membebaskan orang-orang yang terbelenggu dan terikat kuasa setan, serta menyembuhkan orang-orang sakit.
Misi ketiga sekitar tahun 53-57M, Paulus berangkat menunjungi jemaat-jemaat yang didirikan pada perjalanan pertama dan kedua untuk meneguhkan dan menguatkan mereka, serta membina untuk mendewasakan mereka. Simak beberapa pelajaran berharga bagi jemaat yang rindu mengalami lawatan Allah lewat perjalan Paulus ini.

  1. Diperlukan orang-orang yang mau berani membayar harga jika mau menjadi murid Yesus. Tiga kali perjalanan misi Paulus, bukanlah perjalanan yang mudan dan ringan, malahan ini suatu misi yang berat dan beresiko. Buka cuma tenaga, upaya dan dana besar yang dibutuhkan, tetapi pengorbanan yang beresiko kehilangan nyawa sudah dipertaruhkan di sini (simak apa yang telah dialami Paulus yang Paulus pernah beritahukan selama perjalannya yang ditulis di dalam 2 Korintus 11:23-28)
  2. Perjalanan yang penuh pengorbanan dan tantangan tidak lepas dari perjumpaan Paulus secara pribadi dengan Yesus (kisah 9:3-19).
    Kita harus mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Allah (mengalami Yesus) dipastikan akan memiliki sikap hidup yang berbeda, khususnya soal berkarya bagi kerajaan Allah. Contohnya perempuan Samaria yang berjumpa dengan Yesus di sumur Yakub, Zakheus pemungut cukai, Maria yang mengurapi Yesus dengan minyak Narwastu yang mahal.
  3. Paulus sebelumnya telah mempersiapkan diri dengan sangat baik di dalam misinya. Kita tahu sejak perjumpaan pribadi dengan Tuhan yang telah mengubahkannya. Paulus dipercayai telah dipersiapkan Allah 3 tahun lamanya untuk diperlengkap, sehingga pengajaran yang diberikan kepada jemaat-jemaat bukan saja mampu untuk menangkal mereka dari serangan-serangan ajaran sesat, tetapi juga mampu memperlengkapi jemaat untuk menjadi pemimpin-pemimpin baru yang diurapinya.
Dalam perjalanan ini, jelas keberhasilan Misi Paulus karena kuasa Tuhan yang menyertainya. Kita perlu perlu belajar untuk hidup yang bergantung pada kuasa Allah, jika ingin melihat mujizat dan kebangunan rohani. Amin.
 
© Copyright 2003-2004 All Right Reserved GBI Petamburan
This site is developed by M@gnet Informatika